Home > Indonesian category, cerpen/short stories > Kisah Istana Raja Ular dan tujuh enam menteri

Kisah Istana Raja Ular dan tujuh enam menteri

Warning!: Indonesian Article,
Note: diambil dari mimpi penulis

Terkisah di sebuah hutan nunjauh di negri sana. Terdapat sebuah tempat yang dikenal sebagai Istana raja ular dan tujuh menteri yang dikatakan di sana terdapat kekayaan yang tidak terkira jumlahnya.

Tersebutlah seorang petualang yang berani pun mencari tempat tersebut, namun petualangan tersebut jauh berbeda dengan dongeng-dongeng. Buklan hutan belantara, melainkan hutan sampah yang harus dilalui, dan pegunungan digantikan dengan industri-industri kotor.

Sesampainya disana, bukan istana megah yang ditemui melainkan sebuah pohon tua yang menjulang tinggi, namun kemegahan itu terusik dengan bau limbah yang menusuk disekeliling pohon tersebut, dibawah pohon tersebut raja ular (dan betulan ular, mungkin boa atau phyton atau anaconda) dengan mahkotanya yang mulai terlihat kusam menatap murung.

Sang petualang dengan hati-hati mendekatinya namun bukan tatapan marah melainkan sebuah sapaan ramah yang dilontarkan oleh sang raja, memang menurut legenda, raja ular terkenal bijaksana dan dapat berbicara bahasa manusia.

Sang petualang bertanya,”Dimanakah menteri menteri anda?”

Raja Ular bertanya, “Enam menteri saya sedang makan jengkol” (anda tau jengkol kan??)

Sang petualang pun kaget, masak ular makan jengkol? Dan katanya ada tujuh menteri? hal tersebut dikatakannya kepada raja ular.

Tapi dengan ramahnya raja ular bercerita,”Sudah ratusan tahun saya memerintah, dan kami dapat hidup berdampingan dengan manusia. tetapi sejak datangnya industrialisasi kepada negeri manusia tetangga, kami harus mulai menderita. limbah limbah membanjiri daerah kami dan pegunungan hijau berganti dengan pegunungan sampah. Kami pun tidak dapat bertindak banyak karena mereka datang dengan senjata. Para hewan pun mulai teracuni, dan menteri kam i yang ke 4 mati ketika memangsa seekor rusa yang habis minum di sungai yang terkontaminasi arsenik dan merkuri. Kami pun terpaksa makan jengkol karena kebetulan pohon ini adalah pohon jengkol.Dan Istana raja ular kini hanya memiliki enam menteri”

Walau merasa ngeri dan sedih, sang petualang dengan beraninya menanyakan tentang kekayaan yang katanya ada di istana raja ular.

tapi sang raja ular berkata,” Emas-emas dan perak yang saya simpan di dasar  sungai sudah larut di larutan merkuri yang sungai sungai daerah ini.”

Sang petualang pun pamitan dan pulang dengan tangan kosong.

  1. May 23, 2007 at 12:09 pm | #1

    Kok langsung Game Over…?

  2. May 23, 2007 at 12:20 pm | #2

    gampang… pas sampe situ saya kebangun dari dunia mimpi…hehehehe….

  3. May 23, 2007 at 3:58 pm | #3

    mengena banget nih, bagaimana seorang raja bisa tersingkir dan terkucilkan, terus gimana tuh proses perlawanannya?, apa tiba-tiba menyerah begitu saja?

  4. May 24, 2007 at 6:12 am | #4

    Wahahaha….Perlawanan yang nihil. :mrgreen:

  5. May 24, 2007 at 2:45 pm | #5

    Ya namanya juga cerita yang terjadi dalam mimpi…..

  6. May 30, 2007 at 3:09 am | #6

    Hei-hei-hei
    Masa udah selesai?
    Mana resolution&re-orientationnya?
    Rasanya jadi hampa..

  7. June 11, 2007 at 6:37 am | #7

    Kalo gitu di sungai ber-arsenik kita misa nambang emas?

  8. June 11, 2007 at 7:56 am | #8

    Bukan berarsenik…. bermerkuri oi…..

    Gimana sih…. Satu satunya cairan yang bisa melarutkan emas kan merkuri…

  9. November 29, 2009 at 10:42 am | #9

    ha,,,,,,makanya jangan mudah,,percaya,,,o”on,,,,,,,,

    dak tau ngpala kene tipu ,,,,,,???

    BY KABAY kurnia

  1. No trackbacks yet.