Hari itu Si Mbah dan Muridnya sedang membicarakan hakikat manusia.

Mbah: jadi ya Muridku.. Kita jadi manusia harus mengenal hakikat kita dulu..

Murid: Apa Itu Mbah?

Mbah: ya hakikat manusia adalah saling mengasihi, muridku.

Murid: Lho? Berarti harus menikah dulu mbah?

Mbah: Tidak muridku, kasih saya itu dapat diberikan kepada semua manusia dan tidak harus dalam cinta cintaan pasangan pezinah suami istri.Bentuk bentuk seperti membantu rakyat miskin, menolong sesama yang membutuhkan adalah salah satu bentuk kasih sayang.

Saat itu, datang para KeTabRak (keamanan Tata tertib Rakyat Demak) yang main tabrak sergap tubrak tubruk pedagang kecil yang tidak berkepunya. Padahal pedagang kaya yang ngambilin tanah kerajaan Demak di deket situ didiemin.

Murid: Lha? itu mbah? Katanya harus saling mengasihi….

Mbah: Err…. Mereka sih beda konteks,muridku ….

9 Responses to “Errr…. mereka sih beda konteks”


  1. Lagi palentenan™ ya, Bart? :mrgreen:


  2. [...] tulus dan ikhlas dari lubuk hati yang paling dalam. Seperti cinta orang tua terhadap anaknya, dan guru terhadap muridnya. Tidak terikat dengan materi dan segala hal yang berbau [...]

  3. Goenawan Lee Says:

    Kalo ane pertamax di blog ente sama pertamax sendiri di blog ane, beda konteks ndak?


  4. Jelas Beda Bung….

    Fertamax di Blog anda mahal…. musti impor..

    Saya bisa banyak fertamax… jadi lebih saling mengasihi…:D


  5. Rasanya de Javu…

    Kayak konser tatib tadi???

  6. Donny Reza Says:

    Heuheu, mengajari di waktu yang salah ya mbah? :D


  7. Si Mbah kayaknya selalu kedapatan sampel yang ‘aneh’ ketika lagi ngajarin muridnya. :P


  8. Siyal mulu si Mbahnya… hehehehe


Leave a Reply