Errr…. mereka sih beda konteks
February 14, 2008
Hari itu Si Mbah dan Muridnya sedang membicarakan hakikat manusia.
Mbah: jadi ya Muridku.. Kita jadi manusia harus mengenal hakikat kita dulu..
Murid: Apa Itu Mbah?
Mbah: ya hakikat manusia adalah saling mengasihi, muridku.
Murid: Lho? Berarti harus menikah dulu mbah?
Mbah: Tidak muridku, kasih saya itu dapat diberikan kepada semua manusia dan tidak harus dalam cinta cintaan pasangan pezinah suami istri.Bentuk bentuk seperti membantu rakyat miskin, menolong sesama yang membutuhkan adalah salah satu bentuk kasih sayang.
Saat itu, datang para KeTabRak (keamanan Tata tertib Rakyat Demak) yang main tabrak sergap tubrak tubruk pedagang kecil yang tidak berkepunya. Padahal pedagang kaya yang ngambilin tanah kerajaan Demak di deket situ didiemin.
Murid: Lha? itu mbah? Katanya harus saling mengasihi….
Mbah: Err…. Mereka sih beda konteks,muridku ….



February 15, 2008 at 3:03 am
Lagi palentenan™ ya, Bart?
February 15, 2008 at 1:49 pm
[...] tulus dan ikhlas dari lubuk hati yang paling dalam. Seperti cinta orang tua terhadap anaknya, dan guru terhadap muridnya. Tidak terikat dengan materi dan segala hal yang berbau [...]
February 15, 2008 at 9:52 pm
Kalo ane pertamax di blog ente sama pertamax sendiri di blog ane, beda konteks ndak?
February 16, 2008 at 8:39 am
Jelas Beda Bung….
Fertamax di Blog anda mahal…. musti impor..
Saya bisa banyak fertamax… jadi lebih saling mengasihi…
February 16, 2008 at 1:55 pm
yoyoyoy…
February 18, 2008 at 1:32 pm
Rasanya de Javu…
Kayak konser tatib tadi???
February 22, 2008 at 11:03 pm
Heuheu, mengajari di waktu yang salah ya mbah?
February 24, 2008 at 3:56 am
Si Mbah kayaknya selalu kedapatan sampel yang ‘aneh’ ketika lagi ngajarin muridnya.
February 24, 2008 at 5:27 am
Siyal mulu si Mbahnya… hehehehe